UNTARA Siap Mendukung Taruna Tani Milenial Desa Margasari Perkuat Swasembada Pangan
Kabupaten Tangerang – Semangat pemuda Desa Margasari, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, dalam mengembangkan sektor pertanian dan peternakan terus menunjukkan hasil nyata. Melalui Kelompok Taruna Tani Milenial Desa Margasari, para pemuda membuktikan bahwa pertanian bukan hanya milik generasi lama, melainkan masa depan generasi muda.
Kelompok Taruna Tani Milenial dipimpin oleh Satria Agus Putra, warga Kampung Kaduagung RT 001 RW 01, Desa Margasari, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, di bawah kepemimpinannya, kelompok ini aktif mengelola sektor pertanian, peternakan, dan perikanan secara terpadu dan berkelanjutan.
Saat ini, Taruna Tani Milenial mengelola lahan siap garap seluas 2,5 hektare. Dari luasan tersebut, 1 hektare dikhususkan untuk budidaya cabai rawit, sementara 1,5 hektare lainnya dimanfaatkan untuk tanaman hortikultura seperti sayuran dan tanaman pangan bernilai ekonomi tinggi.
Tidak hanya fokus pada pertanian, kelompok ini juga mengembangkan sektor peternakan DOC ayam kampung guna memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat desa. Di bidang perikanan, Taruna Tani Milenial membudidayakan ikan lele, gurame, dan nila yang dikelola secara bertahap sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan desa.
Satria Agus Putra menegaskan bahwa gerakan ini tidak semata-mata mengejar hasil panen, melainkan membangun kemandirian dan kesejahteraan desa. “Kami ingin pemuda desa berani mengelola potensi alamnya sendiri. Dengan lahan yang ada, kami optimistis dapat berkontribusi nyata terhadap ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Upaya Taruna Tani Milenial Desa Margasari mendapat apresiasi dari Universitas Tangerang Raya (UNTARA). DR. Nur Azis, S.E., S.H., M.M., Wakil Rektor II UNTARA, yang mewakili Rektor, menegaskan komitmen perguruan tinggi dalam mendukung gerakan pertanian berbasis pemuda.
“UNTARA siap mendukung dan berkolaborasi dengan Taruna Tani Milenial Desa Margasari. Prakarsa ini harus kita dorong menjadi pusat inovasi pertanian di wilayah ini. Mari terus belajar, bereksperimen, dan tidak takut gagal, karena kegagalan dalam bertani hanyalah pupuk bagi kesuksesan di masa depan,” ujarnya.
Ia juga mengajak generasi muda untuk memadukan teknologi dan kearifan lokal. “Jadikan tangan yang terbiasa memegang ponsel kini juga mahir memegang cangkul. Jadikan pikiran yang lincah berkreasi digital juga lincah membaca tanda-tanda alam. Mari kita tanam, kita jaga, dan kita panen kesuksesan ini bersama-sama,” tambahnya.
Sejalan dengan visi nasional, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan fondasi utama dalam membangun generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing, sekaligus menjadi pilar kedaulatan nasional yang tidak bisa ditawar. Inisiatif Taruna Tani Milenial Desa Margasari dinilai selaras dengan arah kebijakan tersebut.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penanaman bibit secara simbolis sebagai tanda dimulainya langkah baru pertanian desa. “Dengan mengucapkan Bismillahirahmanirrahim, penanaman bibit ini menjadi simbol dimulainya era baru pertanian yang dipimpin oleh generasi muda,” pungkas DR. Nur Azis.
Dengan semangat gotong royong dan kepemimpinan yang kuat, Taruna Tani Milenial Desa Margasari terus bergerak menjadi contoh bahwa pemuda desa mampu menjadi motor penggerak swasembada pangan dari tingkat lokal hingga nasional.
(Polisi Sektor) polsek Balaraja Polresta Tangerang Berkomitmen pada Pengimputan Aplikasi Kepolisian: memantapkan Kualitas Layanan TANGERANG, — Pada hari ini, setiap…